23 February 2018
Comments 0
Category Info Kampus
23 February 2018, Comments 0

Bahayanya pergaulan bebas bukan hanya mengancam kepada kaum muda, yaitu anak sekolah, remaja, maupun mahasiswa. Pergaulan bebas ini juga berdampak negatif terhadap orang tua, sebagai pendidik pertama dalam keluarga, orang tua terutama ibu harus pandai dalam memberikan pengajaran dan juga contoh baik terhadap anaknya.

Apa hubungannya pergaulan bebas dengan dampak terhadap pengasuhan anak oleh orang tua ?

Sebagian besar, bagi kalian yang selalu memperhatikan bagaimana lajunya perkembangan informasi dan berita pasti akan mengerti akan hal ini. Sebuah pengasuhan yang akan rusak oleh lingkungan, dimana anak kecil yang dengan mudahย  menerima dan cepat meniru.

Untuk para orang tua khususnya ibu-ibu yang lebih sering berinteraksi dengan putra putrinya, silahkan diperhatikan kembali bagaimana mereka menjalani harinya, dimana mereka menghabiskan waktu, dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan. Kadang kala ketika dilingkungan keluarga sudah diberikan pembelajaran baik dan contoh yang mendidik, anak bisa saja bertingkah laku berbeda. Dan ini memang tidak bisa dikatakan “siapa yang salah?”.

Karena, pergaulan bebas yang sudah nampak di Negara ini sudah terjadi secara terus menerus dan tersistem. Maksudnya adalah walaupun tidak diajarkan tapi akan dengan mudah mengikuti bila tidak memperkuat pertahanan. Fakta yang menunjukan penyimpanagan dalam pergaulan terus saja berlanjut dan itu banyak terjadi, dan ini bukan hanya di negara yang kita pijak sekarang, diluar negara juga sama halnya seperti itu, dan mungkin lebih dari yang kita dengar sekarang. Banyaknya terjadi pembunuhan dan tindak kriminal lain menjadi tontonan dalam acara berita setiap hari. Rasanya belum pernah pada satu hari diacara berita televisi tidak membicarakan tindak kriminal.

Dan lebih mengkhawatirkan adalah ketika putra dan putri ibu bapak ini dititipkan pada orang lain, sementara para orang tua sibuk bekerja. Memang dengan niat untuk mengumpulkan biaya kesejahteraan untuk keluarga, namun perhatian dari orang tua lebih berharga untuk sang anak. Dari kasus seperti ini banyak anak yang merasa broken home, dan akhirnya mencari sesuatu yang membuatnya senang dan bahagia namun belum tentu itu benar adanya.

Putra putri anda adalah penerus untuk masa yang akan datang, jangan sampai dimasa mereka menginjak dewasa melakukan kesalahan. Seperti hal yang dialami guru kesenian SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Jatim, Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia setelah koma di RS Dr Soetomo Surabaya (1/2). Kematian Guru Budi disebabkan penganiayaan salah seorang muridnya berinisial MH di dalam kelas. Miris bukan ketika mendengar kemunduran dalam dunia pendidikan dimana sang murid dapat menganiaya guru yang seharusnya dihormati. Janganlah sampai ini terulang oleh generasi selanjutnya.

Dan lingkungan pendidikan juga mempengaruhi bagaimana mereka berprilaku, maka dari itu sebagai orang tua haruslah pandai dalam memilihkan lembaga pendidikan untuk putra putrinya. Bukan hanya sekedar mengajar dikelas, tapi bagaimana pendidikan tersebut dapat membangun sebuah karakter bagus untuk anak.

Dalam hal ini El Rahma memberikan ilmu pembelajaran dan juga bimbingan dengan IPTEK dan IMTAK untuk mengiringi proses belajar mengajar, dengan tujuan mencetak generasi dengan karakter terbaik.